• 5

    Oct

    Let's walk

    Demi…Tuhan dan segala rahasiaNya Demi…hidup yang lebih baik Demi…pengembangan diri yang tak putus-putus Demi…sejarah agar tetap pada tempatnya Demi…waktu yang terus bergulir Demi…persahabatan yang aku harap dapat tetap langgeng Demi…tiadanya kesia-siaan dalam hidup Demi…kian Bersama Alhamdulillah, saya tutup rumahku ini, memulai hidup baru di kontrakanbaru. Enjoy your day, enjoy the thrill!!!
  • 4

    Oct

    Blue

    Are you an angel or a devil? Where can I find the answer? Let me hide till I find it out,,,
  • 30

    Sep

    Impian-Impian Terpendamku

    1.Pengen tinggal dimana saja, asal bukan di Jakarta. Tinggal bukan berarti punya rumah ditempat tersebut lho. 2. Pengen punya rumah di Bandung, tepatnya di daerah Ciumbeuleuit naik ke ataaaass terus, nyampe punclut juga ga pa pa, atau di dago pakar ke atassss terus, pokoknya di gunung lah. Asal jangan gunung Manglayang, bikin bivak itu kalo disana. Trus rumahnya dibangun di tebing, jadi dinding belakang rumah terbuat dari kaca semua, menghadap ke jurang. Aku ingin menghabiskan masa tuaku di gunung, di Bandung. 3. Pengen punya anak tunggal cowok. Tapi karena sekarang dah dua-duanya cewek, ya sudah ga usah nambah lagi lah. 4. Pengen punya usaha di bidang kuliner. Kan katanya usaha harus sesuai hobi, nah hobiku itu makan makanan enak. Tah, cocok kan? 5. Pengen masukin anakku ke boarding schoo
  • 29

    Sep

    Roman Picisan

    Aku ingin berlari ke rumahmu, sore itu. Sore yang gerah. Plus penat akibat mata kuliah yang membuat kepalaku mengebulkan asap. Sampai di pertigaan aku ragu. Apa yang akan ada di kepalamu bila aku datang tanpa alasan? Sekedar ingin bersamamu saja. Mendengarkan bualanmu tentang Tchakovsky, atau Symphonie no.9, atau Girl From Ipanema-nya siapa itu, aku sudah lupa. Aku tak dapat menjangkaumu, itu yang pertama terbetik di otakku. Kamu, memang selalu angkuh dimataku. Seharusnya aku mempertahankan ketidaksukaanku akan keangkuhanmu. Kemudian, sekejap keberanianku terkumpul. Kuketuk pintu rumahmu. Teman mainku yang bukakan pintu. Dia bertanya,Cari siapa? Aku tahu, dalam hati dia ingin bertanya, Ngapain kesini, kan tugas praktikum sudah selesai tadi di basement perpustakaan? Dengan berat kusebut na
  • 26

    Sep

    Thats Why...Thats Why....

    Jatuh cinta itu biasa. Berkomitmen terhadap cinta itu luar biasa. Mungkin bukan perkara cinta yang membawaku pada pernikahanku. Karena ketika itu aku sudah tidak percaya cinta itu ada. Kebutuhan psikologisku yang lebih banyak mendorongku berkomitmen dengan suamiku. Aku adalah jenis makhluk Tuhan yang sangat labil. Aku punya range perasaan yang sangat lebar. Detik pertama aku tertawa terbahak-bahak, sedangkan detik berikutnya aku bisa menangis meraung-raung. Selain itu aku juga tergolong setan yang paling kejam, perusuh yang tak kenal ampun, dan penjahat moral yang paling parah. Tidak ada seorang lelakipun yang betah menyayangiku. Karena tanpa kusadari, aku telah melukai mereka. Apa aku harus menyesal karena kondisiku ini? Tanya saja pada Tuhan tentang itu. Dan pada suatu masa, hadirlah lak
  • 23

    Sep

    Kisah Seekor Lebah

    Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor lebah pekerja kecil bersama koloninya. Lebah kecil yang istimewa. Lebih kecil yang berusaha mencari sesuatu yang berbeda dari rutinitas yang dilakukan teman-temannya. Lebah kecil itu sedang jenuh dengan kegiatan kesehariannya, yaitu mencari madu dan merawat larva. Suatu hari yang cerah, lebah tersebut terbang diluar wilayah kerjanya. Bunga-bunga di padang rumput yang biasa dia hisap madunya, tidak lagi menggairahkannya. Dia terbang menjauhi teman-temannya yang sedang giat bekerja. Hingga dia tiba di sebuah tebing yang tinggi dan curam. Rasa penasaran menggeliat dalam dirinya. Dia ingin tahu, ada apakah di balik tebing itu. Dia tahu, tak mudah untuk menyeberangi tebing curam tersebut. Badannya yang kecil sangat berpotensi terhempas oleh kencang
  • 15

    Sep

    Di Ujung Ramadhan

    Menahan gejolak yang kian melonjak. Masa depan yang buram dan masa lalu yang suram. Kemarau yang panjang. Betapa aku merindukan hujan. Karena hujan selalu dapat menyembunyikan tangisku. Disini tak ada apa-apa. Disana juga kosong. Kusut sekali skenarioMu. Aku tak mengerti. Teman baikku bertanya, kenapa aku pandai sekali tertawa. Ah, dia tak pernah tahu, aku pandai tertawa sepandai aku berurai airmata, pada ruang terkunci di sudut hati. Pathetic act for worthless curse. Biarin aja. Just enjoy the thrill of uncertainty, I still remember those words. Tidak karena suatu apa, hanya ingin memungut setiap hikmah yang tersisa, seandainya itu memang ada. Lantas??? Aku tak ingin meratap. Sekedar menghabiskan sisa waktu di malam kelam tanpa bintang. Sudah kukatakan berulang kali pada diri ini, Sudahl
  • 13

    Sep

    Kapitalisme???

    Beberapa hari yang lalu, keluarga besar suamiku mengadakan acara buka bersama di sebuah restoran di BSD. Pukul 5 sore kami sudah tiba di lokasi, padahal bedug maghrib pukul 17.50 an. Sekedar antisipasi, agar tidak terlantar karena tidak mendapat tempat. Restoran ini cukup besar, dengan karyawan yang banyak pula. Setelah acara pesan memesan makanan selesai, tak berapa lama adzan berkumandang. Tajil telah disajikan diatas meja para tamu sebelum waktu adzan tiba. Makanan utama baru diturunkan setelah terdengar adzan. Yang membuat saya heran, begitu tiba saat adzan, para pelayannya malah sibuk sekali melayani pesanan para tamu. Kapan mereka berbukanya ya? Dengan asumsi mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, aku yakin sebagian besar pelayan restoran tersebut berpuasa. Tapi sepertinya mere
  • 7

    Sep

    Malam

    Malam selalu membawa kegelisahan. Ketika aktivitas telah usai ditelan matahari, maka malam menjadi sangat panjang dan menakutkan. Kegelapan yang menyertainya, seperti gulitanya hati menahan sepi. Malam selalu menyiksaku, tatkala mataku tak bisa berkompromi terhadap waktu. Selalu terjaga di malam hari bukan hal yang menyenangkan. Kadang aku menyelesaikannya dengan obat tidur yang kubeli murah di apotek dekat rumahku. Dan menenggaknya beberapa butir sekaligus bilamana perlu. Mungkin ini salah satu bawaan ibuku. Dulu, sewaktu aku masih tinggal bersama ibuku, ibuku sering sekali terbangun di malam hari. Kemudian beliau akan membangunkan aku juga untuk mengobrol karena beliau tidak tahan sendiri. Begitulah semua kebiasaan itu dimulai. Malam ini, aku teringat akan kisah hidup saudara jauhku. Be
  • 2

    Sep

    Hanya Perubahan Yang Tidak Berubah

    Mungkin, untuk sampai pada titik dimana aku begitu nyaman menjadi diriku sendiri seperti sekarang ini memang harus melalui beberapa tahap yang sulit. Seperti anak kecil yang belajar berjalan pasti pernah mengalami jatuh. Tanpa jatuh itu dia tak akan pernah berani melangkahkan kakinya. Tanpa jatuh dia tidak akan cukup percaya diri untuk melepas pegangan tangannya ketika berjalan. Ketika aku lulus kuliah, aku sangat tidak percaya diri dengan kemampuanku mendapatkan pekerjaan. Minder abisss deh… Dan memang kenyataannya beberapa oil company yang aku lamar menolakku pada tahap wawancara, yang biasanya dilakukan setelah tahap psikotes. Akhirnya, ketika ada lowongan di instansi pemerintah, aku ambil saja, walaupun bukan cita-citaku menjadi pegawai negeri. Suasana kerja di instansi pemerint
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post