• 7

    Sep

    Malam

    Malam selalu membawa kegelisahan. Ketika aktivitas telah usai ditelan matahari, maka malam menjadi sangat panjang dan menakutkan. Kegelapan yang menyertainya, seperti gulitanya hati menahan sepi. Malam selalu menyiksaku, tatkala mataku tak bisa berkompromi terhadap waktu. Selalu terjaga di malam hari bukan hal yang menyenangkan. Kadang aku menyelesaikannya dengan obat tidur yang kubeli murah di apotek dekat rumahku. Dan menenggaknya beberapa butir sekaligus bilamana perlu. Mungkin ini salah satu bawaan ibuku. Dulu, sewaktu aku masih tinggal bersama ibuku, ibuku sering sekali terbangun di malam hari. Kemudian beliau akan membangunkan aku juga untuk mengobrol karena beliau tidak tahan sendiri. Begitulah semua kebiasaan itu dimulai. Malam ini, aku teringat akan kisah hidup saudara jauhku. Be
  • 2

    Sep

    Hanya Perubahan Yang Tidak Berubah

    Mungkin, untuk sampai pada titik dimana aku begitu nyaman menjadi diriku sendiri seperti sekarang ini memang harus melalui beberapa tahap yang sulit. Seperti anak kecil yang belajar berjalan pasti pernah mengalami jatuh. Tanpa jatuh itu dia tak akan pernah berani melangkahkan kakinya. Tanpa jatuh dia tidak akan cukup percaya diri untuk melepas pegangan tangannya ketika berjalan. Ketika aku lulus kuliah, aku sangat tidak percaya diri dengan kemampuanku mendapatkan pekerjaan. Minder abisss deh… Dan memang kenyataannya beberapa oil company yang aku lamar menolakku pada tahap wawancara, yang biasanya dilakukan setelah tahap psikotes. Akhirnya, ketika ada lowongan di instansi pemerintah, aku ambil saja, walaupun bukan cita-citaku menjadi pegawai negeri. Suasana kerja di instansi pemerint
  • 30

    Aug

    Mudik

    Tahun ini aku tidak mudik lagi. Sedih. Tahun kelima aku tidak melewatkan momen lebaran di kampungku. Sejak punya anak, aku tidak pernah berlebaran di kampung. Perjalanan menuju kampungku terlalu sulit untuk ditempuh bersama dua anakku yang masih balita, apalagi bila musim mudik. Terlalu banyak kendala, tiket kereta api atau bis sulit didapat, naik mobil sendiri macet, dan tidak terjangkau pesawat pula. Seandainya aku bisa terbang, tentu semua masalah akan terselesaikan dengan mudah. Ahhh…ini mah halusinasi orang yang kelaparan karena puasa sepertinya. Lebaran di kampungku berbeda jauh dengan suasana lebaran di Jakarta. Biasanya, pagi hari setelah shalat Ied, diadakan selametan di masjid depan rumahku. Tujuannya mensyukuri terlewatinya bulan Ramadhan yang penuh ujian menuju kemenangan
  • 26

    Aug

    I am a mother

    Ini adalah ramadhan pertama yang aku lalui tanpa hamil atau menyusui sejak kira-kira 6 tahun yang lalu. Ya, aku berusaha memberikan ASI eksklusif 6 bulan kepada kedua putriku, dan melanjutkan menyusuinya selama 2 tahun tanpa susu formula. Aku masih percaya bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk anak-anak, selain juga karena susu formula mahal euy… Anakku yang pertama sifatnya sangat introvert dan pemalu, seperti aku (tapi kalo aku seringnya malah malu-maluin sih…hehe). Dia butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena takut tidak bisa bergaul, maka aku menyekolahkannya pada umur 2 tahun. Padahal setelah ikut milis sehat, ada sedikit rasa sesal, karena sepertinya dia belum butuh itu. Namanya juga anak pertama, seringkali masih coba-coba. Perkembangan
  • 23

    Aug

    Buku Harian

    Ketika aku kelas 4 SD, kakakku memberiku sebuah hadiah, buku harian. Kakakku bilang di buku itu aku boleh tuliskan apa saja yang aku mau. Boleh cerita tentang teman-temanku, atau keluh kesahku tentang apa saja. Pada waktu itu, tiap kali selesai menulis aku selalu menunjukkan tulisanku itu kepada kakakku. Kemudian kakakku bilang bahwa aku boleh menyimpan isi buku harian itu untukku sendiri, tanpa membagi kepadanya. Saat itulah aku tahu bahwa isi buku harian adalah untuk disimpan sendiri. Tetapi pada waktu aku kelas 6 SD, kakakku ketahuan membaca buku harianku. Walaupun sebenarnya isi buku harianku hanya lucu-lucuan anak SD saja, tetapi aku sangat marah kepada kakakku. Kakakku tidak konsisten dengan ucapan sebelumnya yang mengijinkan aku menyimpan isi buku harian untukku sendiri saja. Dengan
  • 25

    Jul

    Kampung Halaman

    Kalau saja kesenian Reog tidak diaku-aku oleh negara tetangga Malaysia, mungkin kota Ponorogo akan selalu asing di telinga rakyat Indonesia (ga segitunya juga sih). Di sebuah desa terpencil di kabupaten Ponorogo aku dilahirkan dan dibesarkan. Orangtuaku asli berasal dari Ponorogo, sehingga aku memiliki banyak saudara disana. Pulang kampung merupakan rutinitas wajibku setiap libur sekolah. Sekedar menengok ibu dan saudara-saudaraku sekaligus mengenalkan anakku tentang dari mana emaknya ini berasal. Desaku terletak 10 km dari kaki Gunung Gajah, berjarak 20 km dari ibukota Ponorogo. Tidak banyak angkutan umum yang menjangkau desaku, salah satu hal yang sangat menyulitkanku bila ingin berkunjung kesana. Kampungku ternyata tak banyak berubah dari tahun sebelumnya ketika aku kesana. Tetap teris
  • 3

    Jul

    Reuni

    Setelah kemarin reunian dengan teman-teman TG 96, membuatku ingin menulis tentang teman-teman angkatanku. Kami terdaftar sebagai mahasiswa program studi Teknik Geofisika jurusan Teknik Geologi. Sekarang Teknik Geofisika telah menjadi jurusan sendiri, dan juga telah memiliki himpunan sendiri. Congratulation for them. Tahun 1996, prodi TG hanya menerima mahasiswa sebanyak 20 orang. Berikut NIM teman-temanku tersebut beserta sifat dan karakternya dalam subyektifitasku: 12396001 : Lahir dan besar di Sragen. Baru keluar kota setelah kuliah di ITB, kayaknya sih (ga ada data yang pasti, aku hanya menyimpulkan dari tingkah lakunya yang rada kampungan waktu awal-awal masuk ITB…pisss). Selama kuliah aktif di KMPA, suka mendaki gunung katanya. Makanya sampai sekarang masih berprofesi sebagai p
  • 25

    Jun

    Sekedar Mengenang Kembali

    Seminggu sudah aku berada di Bandung, dan sebentar lagi aku harus kembali terhempas di belantara Jakarta yang tak pernah aku akuri. Sedih rasanya meninggalkan kota yang begitu banyak memberiku kenangan masa muda yang indah, haru, sedih, emosional, dan menantang. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku kembali ke Bandung semenjak kelulusanku. Hanya saja, entah kenapa kedatanganku ke Bandung kali ini bernuansa beda. Mungkin karena memang semuanya telah berbeda. Semenjak spanduk bertuliskan Today is Yours terpampang di gerbang depan kampusku dan lagu Gaudeamus Ignitur mengiringi langkahku berjabatan tangan dengan ketua jurusan dan dekan fakultas, aku tak pernah lagi menengok rumah keduaku ini. Selain karena memang tidak ada kepentingan untukku datang ke kampus, aku juga merasa sedikit trauma d
  • 17

    Jun

    16 Juni 2009 (Susahnyaaaa Jadi Orangtua)

    Selasa siang, sepulang anakku sekolah…. Emak : Hari ini umurmu jadi 5 tahun, nak. Nafisa : Umur itu batasnya berapa, Mak? Emak : Nggak ada batasnya. Nafisa : Kalau begitu ada orang yang umurnya 1000 tahun ya? Emak : Nggak ada. Nafisa : Katanya umur nggak ada batasnya? Emak : Iya, ada deh kalau begitu. Nafisa : Emak kok suka berubah-berubah sih? Katanya jadi orang jangan berubah-berubah? Emak : (dalam hati) ya kalau kamu pesen burger terus begitu pesanan datang ganti minta pizza ya memang tidak boleh berubah-berubah…bisa bangkrut emakmu ini, nak! Tapi ga diucapin, takut ditanya, Trus bedanya apa? Nafisa : Jadi ada nggak orang yang umurnya 1000 tahun? Emak : Secara sunatullah ya nggak ada. Nafisa : Sunatullah itu apa? Emak : Emak juga nggak tau nak..(ini serius, aku memang ga ta
  • 7

    Apr

    Kupersembahkan Untuk Sahabatku : Lastri

    Aku punya seorang sahabat yang berasal dari kota yang sama denganku, namanya Lastri (bukan nama sebenarnya). Kami bersahabat sejak kami kelas 1 SMA. Kami sama-sama berasal dari desa yang bersekolah ke ibukota kabupaten. Jarak rumah kami ke sekolah kira-kira 17km. Sejak masuk SMA aku dan Lastri selalu sekelas, mungkin karena Tuhan tahu aku sangat cocok dengannya sehingga sewaktu pengacakan siswa untuk kenaikan kelas, aku dan Lastri ditakdirkan untuk tetap bersama. Lastri yang aku kenal dahulu tidak banyak berubah dengan Lastri yang kukenal sekarang. Dia adalah sosok perempuan tangguh dan ulet mengejar mimpi. Kondisi ekonomi Lastri tidaklah terlalu bagus. Ayah ibunya hanyalah petani penggarap di desanya. Semula Lastri ikut menumpang tinggal bersama buliknya di kota tempat SMA kami berada.
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post