• 29

    Sep

    Roman Picisan

    Aku ingin berlari ke rumahmu, sore itu. Sore yang gerah. Plus penat akibat mata kuliah yang membuat kepalaku mengebulkan asap. Sampai di pertigaan aku ragu. Apa yang akan ada di kepalamu bila aku datang tanpa alasan? Sekedar ingin bersamamu saja. Mendengarkan bualanmu tentang Tchakovsky, atau Symphonie no.9, atau Girl From Ipanema-nya siapa itu, aku sudah lupa. Aku tak dapat menjangkaumu, itu yang pertama terbetik di otakku. Kamu, memang selalu angkuh dimataku. Seharusnya aku mempertahankan ketidaksukaanku akan keangkuhanmu. Kemudian, sekejap keberanianku terkumpul. Kuketuk pintu rumahmu. Teman mainku yang bukakan pintu. Dia bertanya,Cari siapa? Aku tahu, dalam hati dia ingin bertanya, Ngapain kesini, kan tugas praktikum sudah selesai tadi di basement perpustakaan? Dengan berat kusebut na
  • 26

    Sep

    Thats Why...Thats Why....

    Jatuh cinta itu biasa. Berkomitmen terhadap cinta itu luar biasa. Mungkin bukan perkara cinta yang membawaku pada pernikahanku. Karena ketika itu aku sudah tidak percaya cinta itu ada. Kebutuhan psikologisku yang lebih banyak mendorongku berkomitmen dengan suamiku. Aku adalah jenis makhluk Tuhan yang sangat labil. Aku punya range perasaan yang sangat lebar. Detik pertama aku tertawa terbahak-bahak, sedangkan detik berikutnya aku bisa menangis meraung-raung. Selain itu aku juga tergolong setan yang paling kejam, perusuh yang tak kenal ampun, dan penjahat moral yang paling parah. Tidak ada seorang lelakipun yang betah menyayangiku. Karena tanpa kusadari, aku telah melukai mereka. Apa aku harus menyesal karena kondisiku ini? Tanya saja pada Tuhan tentang itu. Dan pada suatu masa, hadirlah lak
  • 27

    Jul

    Biarkan Aku Menari

    Sedang ingin mengacau Sedang ingin tak terkendali Toh hanya di dunia maya ini Aku ingin menari Sendiri Tak perlu ditemani Malam ini Tuk sekedar mengusir rindu Yang terus membelenggu Hingga lelah raga ini Menunggu yang aku tak tahu Tentang takdirku ditanganMu Mengiri adalah manusiawi Tapi aku juga bingung sendiri Pada siapa sebenarnya aku ingin menjadi Bila nyatanya tak ada siapa-siapa disini Malam kian larut Mata tak hendak terpejam Pikiran melayang Ada apa dengan otakku? Apa sebaiknya aku masak jadi gulai otak Ala masakan padang itu Yummy, tapi berkolesterol tinggi Ah….makin melantur saja diriku Tak punya niat untukku tersadar Karena kesadaran selalu menyakitkan Enak kali orang gila itu Hidup di dunia tak perlu pikir ini itu Sedang di akherat tak dapat ters
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post