• 1

    Sep

    Life is Beautiful

    Sekarang adalah bulan Ramadhan. Dan saya sedang berpuasa. Apakah berarti saya bertuhan, sayapun tak tahu. Sebenarnya saya paling malas menulis tentang Tuhan, kalau saja temanku yang masih labil tidak mempost sebuah tulisan tentang Tuhan. Perdebatan tak berujung pada berbagai forum pun sangat malas untuk saya ikuti dan saya baca. Terlalu menyakitkan untuk membicarakan tentangNya. Rasanya seperti menoreh luka baru diatas luka lama. Mengingatkan saya bahwa masih ada bisul yang mengganjal di pantat saya. Yang bila saya hilangkan akan terasa sakit dan meninggalkan bekas luka, bisa tumbuh di tempat berbeda pula, tapi tidak dihilangkanpun akan terasa nyut-nyutan selamanya. Sungguh sangat mengganggu. Saya tak pernah perlu bukti apakah Tuhan ada atau tidak. Dan saya juga tidak peduli apakah keputus
  • 18

    Aug

    Running away? Absolutely, NOT!!

    Tunggu dulu, sebelum aku mulai menulis, pertama-tama aku ingin tertawa sekeras-kerasnya. Mentertawakan diriku, dan juga siapa saja yang pernah berada dalam kondisi seperti aku, yaitu berusaha lari dari sesuatu. Ha..ha..ha…LOL. Ini adalah tentang pertarungan. Yang tak pernah usai dengan diri sendiri. Satiap kali aku merasa kalah atau mengalahkan, tak berapa lama pertarungan itu terjadi lagi. Ternyata yang dulu aku pikir telah aku kalahkan, tidak benar-benar kalah dalam arti tumpas atau mati. Dia (diriku sendiri) hanya mundur untuk mengatur langkah, kemudian menyerang kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Dengan logika pemikiran yang semakin tidak logis tapi meyakinkan, dan mencoba kembali meracuni pikiranku. Begitulah pertarungan tiada akhir ini akan terus terjadi. Mundur, me
  • 4

    Aug

    Terima Kasih

    Menjelang Ramadhan, tiba-tiba derajat religiusitasku sedikit meningkat. Terlebih dengan banyaknya peristiwa yang terjadi semenjak awal tahun 2009 ini. Peristiwa sedih, senang, haru, dan sentimentil yang datang silih berganti tanpa kompromi. Hingga akhirnya aku tiba di detik yang masih mengijinkan jantungku untuk berdetak, sekedar mengingat kembali arti hadirku di bumi. Ya Allah, terima kasih atas segala yang telah Kau beri. Dari aku kecil hingga aku dewasa ini, tak henti-henti Kau menjagaku dengan sepenuh hati. Membantuku menghadapi masa SD SMP yang kesulitan berteman. Membantuku bertahan di masa SMU yang penuh gejolak emosional. Membantuku menjadi seimbang di masa kuliah yang kental pemberontakan. Ya Allah, terima kasih atas segala yang telah Kau beri. Dua orang permata hati yang Kau kir
  • 9

    Jul

    Dua Orang Gila yang Berbincang

    Dahulu ketika anakku masih belum ikut jemputan sekolah, akulah yang mengantar dan menjemputnya ke sekolah. Di dekat sekolah anakku, sering aku berpapasan dengan seseorang yang menurut tebakanku gila. Perempuan dengan baju belel dan celana yang butut juga, terlihat kotor dan tak pernah tersentuh air. Selain di dekat sekolah anakku, di dekat rumahku juga ada orang gila yang mangkal. Yang ini berjenis kelamin laki-laki. Rupanya orang gila juga punya wilayah kekuasaan masing-masing, macam preman saja. (Atau lebih tepatnya kucing?) Suatu hari, sepulang aku mengantar anakku sekolah, aku melihat kedua orang gila yang tak asing lagi bagiku itu bercakap-cakap. Aku memutuskan untuk berhenti sejenak dan memperhatikan mereka. Apa yang mereka bicarakan tak terdengar olehku. Aku juga takut untuk lebih
  • 15

    Jun

    Mahasiswa dan Idealisme

    Ketika aku dulu masih berada di tingkat awal kuliahku, seorang kakak angkatan mengatakan kepadaku bahwa idealisme, apapun itu (kiri atau kanan, kejujuran dalam ujian-ujian, dll), akan luntur begitu kita lulus dan harus menghadapi dunia kerja. Dahulu aku tidak percaya sama sekali dengan prediksi kakak angkatanku tersebut. Tetapi sekarang rasanya hal tersebut begitu nyata. Mungkin tidak semua mahasiswa idealis menjadi tidak idealis, tapi setidaknya beberapa orang yang aku kenal keadaannya memang demikian. Seorang kakak angkatan yang satu jurusan denganku, adalah orang yang selalu membela kepentingan rakyat ketika masih kuliah. Pikirannya tajam, setajam pisau, mengkritisi kebijakan-kebijakan orde baru kala itu. Tetapi sekarang, karena dia menggantungkan ekonomi keluarga pada sebuah bisnis ya
  • 20

    May

    Siapa Saya?

    Pertanyaan tentang siapa diri kita sesungguhnya adalah sebuah pertanyaan yang abadi dan berlangsung terus sepanjang hayat dikandung badan. Dr. James Gordon Gilkey mengatakan bahwa permasalahan ingin menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang sudah tua setua sejarah dan sangat umum sekali, seperti halnya permasalahan ingin tidak menjadi diri sendiri yang juga selalu menimbulkan masalah dalam psikologi seseorang. Mencari tahu siapa diri kita, apa karakter dasar kita, butuh proses yang panjang dan lama. Dulu, ketika saya masih SMA, saya berusaha mencari tahu tentang diri saya melalui ramalan bintang. Bintang saya adalah cancer, disitu disebutkan sifat-sifat apa yang dipunyai orang yang berbintang cancer. Kemudian saya mengikuti sifat-sifat yang disebut dalam majalah tersebut. Jadi bukan majala
  • 7

    May

    Pecahkan Saja Gelasnya....

    Aku bukan orang yang pandai berteman. Aku sering merasa tidak nyaman dengan orang lain. Tapi aku tak mungkin tidak berteman, karena itu sudah menjadi bagian mutlak dari kehidupan. Akhirnya aku mensiasati kekuranganku dengan menjalin pertemanan dengan berbagai macam tipe dan kelompok orang. Ketika aku tidak nyaman dengan kelompok yang satu, aku akan pergi ke kelompok lain baik itu yang bersebrangan ataupun yang sekedar berbeda dari kelompok pertama. Dan akhirnya diriku terlihat punya banyak kepribadian. Ketika sedang dengan kelompok A aku menjadi A, ketika dengan kelompok B aku menjadi B, begitu seterusnya. Mungkin itu hanya sekedar caraku agar bisa diterima oleh semua orang. Entahlah !!! Tetapi sekarang teknologi informasi telah berkembang. Dan akupun semakin kesulitan menyembunyikan bebe
  • 22

    Apr

    10 Questions For Your Life Orientation

    Kemarin temanku memberiku 10 pertanyaan ini untuk memberi orientasi pada hidup. Suatu saat kita pasti pernah berada dalam posisi dont know what to do. Nah, kata dia pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu kita menjelaskan apa sebenarnya yang ingin kita raih, apa yang membuat kita bahagia, apa yang membuat kita tidak bahagia, dan lain-lain. Jawaban dari pertanyaan ini bisa berubah dalam waktu pendek ataupun panjang, sesuai perkembangan emosi dan kondisi kita. Tak masalah, manusia memang harus selalu berubah. Berikut pertanyaan-pertanyaannya: 1.What are your greatest hopes? Your most important pray? 2. What are your greatest dreams? 3. What are 3 things you enjoy the most about life right now? 4. What are 3 things you enjoy the least about life right now? 5. What is your dream job? 6. What
  • 21

    Apr

    Saya Ngeblog Karena.....

    Saya mulai menulis di blog pada akhir bulan Januari 2009,tepatnya tanggal 21. Tak terasa sudah 3 bulan saya menguras jatah tagihan internet suami saya. Awalnya saya bikin account blog karena ingin berbisnis online. Dalam sebuah website tentang bisnis online disarankan pada para pelaku bisnis online agar pandai menulis sehingga orang tertarik untuk mendatangi website kita. Akhirnya sayapun belajar menulis. Menulis sebenarnya sudah saya gemari sejak saya masih kuliah dulu, tetapi saat itu cuma sampai pada kegemaran saja. Saya tidak pernah benar-benar menulis agar orang lain bisa mengerti, saya hanyalah aktifis penulis buku harian saja. Yang nulis saya sendiri, yang baca juga saya sendiri. Terinspirasi keinginan bisnis online maka mulailah saya belajar menulis untuk dibaca orang lain. Tapi sa
  • 13

    Apr

    Kenapa kamu tidak selingkuh?

    Kemarin tiba-tiba kakakku bertanya kepadaku, Kenapa kamu tidak selingkuh?. Aku bingung juga mau menjawab apa, kecuali di dalam hati saja aku bertanya balik, Emang ada yang mau sama aku?(pesimis mode:ON). Kalau aku jawab karena aku cinta sama suamiku, rasanya kok basi amat ya…, atau misalnya aku jawab demi anak-anak, sama saja dengan mengkambinghitamkan anak-anakku sebagai penghalang kebahagiaanku. Iseng aku lontarkan pertanyaan yang sama kepada suamiku. Suamiku menjawab (atau balik bertanya),Kenapa mesti selingkuh?. Pertanyaan yang aku ajukan itu menurut suamiku esensinya sama dengan pertanyaan: Kenapa kamu tidak gila? yang hanya bisa dijawab dengan pertanyaan juga yaitu: Kenapa mesti gila? 8 tahun yang lalu aku menikah dengan suamiku setelah 3 tahun berpacaran. Dia adalah kakak kela
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post