• 18

    Aug

    Sekolah untuk Anakku

    Ketika mudik kemarin, aku sempat ngobrol dengan kakakku tentang sekolah. Dia memutuskan menyekolahkan anaknya yang masih berumur 13 tahun di pondok pesantren modern putri di Ngawi. Keputusan yang agak aneh menurutku, karena kami sekeluarga jauh dari wacana pondok pesantren. Suami kakakku juga bukan dari kalangan pondok. Ketika aku tanya kenapa, kakakku bilang bahwa dia sudah tidak percaya lagi dengan jalur pendidikan konvensional. Biayanya mahal dan tidak menjamin masa depan, demikian tambahnya. Pondok pesantren tempat kakakku menyekolahkan anaknya itu tidak mengikuti kurikulum diknas maupun depag. Jadi mereka menyusun sendiri kurikulumnya, ujiannya, dan buku-bukunya. Mungkin karena bebas menentukan kurikulum ini maka kadang ada pondok pesantren yang tidak terkontrol oleh pemerintah sehi
  • 1

    Aug

    Haruskah Ada Judul Untuk Tulisan Ini?

    Jakarta yang panas, suhu mencapai 32 derajat Celsius (bukan laporan cuaca…:D). Pagi tadi aku membongkar-bongkar kembali koleksi buku-bukuku yang tak seberapa banyak. Dan aku menemukan sebuah buku lama yang dulu pernah jadi kitab suciku, buku harian Soe Hok Gie : Catatan Seorang Demonstran. Akibat membaca ulang buku itu aku jadi mellow bin galau tak menentu. Temanku pernah bilang kepadaku bahwa seiring bertambahnya usia aku akan lebih pandai mengontrol kegelisahanku. Waktu itu aku percaya begitu saja kata-katanya. Tapi sekarang aku menjadi ragu. Mungkin bukan usia yang membuatku dewasa, tapi tanggung jawab yang aku pilih untuk kuambil yang membuatku terpaksa menahan diri. Anak-anakku adalah tanggungjawab terbesarku. Aku yang memilih untuk menghadirkan mereka di dunia, atas restu Yang
  • 11

    May

    Fenomena Facebook

    Demam facebook sepertinya tengah melanda masyarakat kita belakangan ini. Tidak hanya terbatas pada masyarakat kota besar, tetapi facebook, dalam artian yang lebih luas internet, telah lazim dipakai oleh masyarakat kota kecil. Kemudahan akses internet yang disediakan oleh berbagai provider membuat facebook menjadi lebih populer dibandingkan pendahulunya, friendster. Selain facebook, sebenarnya ada beberapa situs pertemanan lain misalnya twitter, myspace, kaskus, dll. Di Indonesia facebook merupakan situs yang tergolong banyak diminati, mungkin salah satunya karena facebook termasuk situs yang bersih dan tertutup. Artinya kita bisa menyeleksi siapa saja yang kita ijinkan masuk dalam daftar teman kita. Facebook membawa berkah bagi pabrik HP juga. Kemarin ketika saya mampir ke rumah saudara s
  • 27

    Apr

    Pada Akhirnya, Uang adalah Segalanya

    Pada suatu titik jenuh, akhirnya aku mengambil kesimpulan yang pahit ini : uang memang dapat mengatur kebahagiaan kita. Tak satupun dari kita memungkiri bahwa uang adalah hal pertama yang kita butuhkan untuk dapat bertahan hidup (maksudku bila kita hidup tidak sendirian di tengah hutan atau lautan). Tiga kebutuhan pokok manusia yaitu sandang, pangan, papan, dapat kita penuhi dengan uang, apalagi kebutuhan sekunder dan tersier. Hidup selalu menghendaki transaksi dan transaksi selalu menggunakan uang, begitulah aturannya sepertinya. Waktu, tenaga, dan pikiran aku masukkan juga ke dalam istilah uang, karena benda tak kasat mata yang kita miliki tersebut memang dapat dihargai dengan uang. Uang dapat membawa kita pada tingkat kenyamanan tertentu dalam hidup ini, seperti misalnya mobil mewah, ru
  • 20

    Mar

    Televisi:Siapa Takut?

    Di jaman sekarang ini, televisi sudah bukan menjadi barang mewah lagi. Dari kampung sampai kota, dari orang kaya sampai orang miskin, rata-rata sudah memiliki setidaknya 1 buah televisi. Stasiun televisi swata juga sudah banyak memenuhi channel-channel pada televisi. Bahkan, siaran televisi kabel yang penggunanya harus bayar sekian rupiah sebulan juga sudah menjadi fasilitas yang banyak ditemui. Orang bilang banyak dampak negatif dari televisi, baik dari segi kesehatan mata maupun dari segi kesehatan mental. Berlama-lama di depan televisi bisa merusak mata karena pendaran-pendaran sinar dari televisi tersebut kurang ramah terhadap lensa mata kita. Sedangkan dari segi kesehatan mental tidak diragukan lagi efek negatifnya. Tayangan-tayangan yang tidak mendidik, termasuk juga iklan-iklan ya
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post