• 4

    Oct

    Blue

    Are you an angel or a devil? Where can I find the answer? Let me hide till I find it out,,,
  • 15

    Sep

    Di Ujung Ramadhan

    Menahan gejolak yang kian melonjak. Masa depan yang buram dan masa lalu yang suram. Kemarau yang panjang. Betapa aku merindukan hujan. Karena hujan selalu dapat menyembunyikan tangisku. Disini tak ada apa-apa. Disana juga kosong. Kusut sekali skenarioMu. Aku tak mengerti. Teman baikku bertanya, kenapa aku pandai sekali tertawa. Ah, dia tak pernah tahu, aku pandai tertawa sepandai aku berurai airmata, pada ruang terkunci di sudut hati. Pathetic act for worthless curse. Biarin aja. Just enjoy the thrill of uncertainty, I still remember those words. Tidak karena suatu apa, hanya ingin memungut setiap hikmah yang tersisa, seandainya itu memang ada. Lantas??? Aku tak ingin meratap. Sekedar menghabiskan sisa waktu di malam kelam tanpa bintang. Sudah kukatakan berulang kali pada diri ini, Sudahl
  • 9

    Aug

    White Flag

    Menyerah. Usai sudah. Tak kan ada postingan lagi di blog ini. Dan tak kan ada lagi aku. Terima kasih. Dalam dinginnya kota Bandung, 9 agustus 2009 Ttd. Umi Kartikawati
  • 8

    Aug

    Kepada : Tuhanku, di tempat

    Tuhan, Ketika Kau bilang cinta padaku Terus terang berdebar-debar jantungku Tapi aku sungguh tak tahu Karena ungkapan cintaMu terlalu rumit bagiku Teorema-teorema yang Kau tuang dalam surat cintaMu Tak sedikitpun masuk di akalku Bahkan aku sempat curiga kepadMu Jangan-jangan aku hanyalah tempat pelarianMu Atas kekecewaanMu pada monyet-monyet itu Karena kemarin Mark Twain bilang kepadaku Engkau ciptakan manusia hanya karena kecewa pada monyet ciptaanMu Yang terdahulu Yup, becanda saja dia itu Tapi sudahlah, Pelarian atau bukan sama saja bagiku Tuhan, Aku masih juga bimbang dan ragu Aku tahu aku membutuhkanMu Tapi mencintaiMu? Ah, rasanya aku tak layak untuk itu Tuhan, Kuharap Kau sabar menunggu jawabanku Dan berilah aku sedikit waktu Sampai aku benar-benar tahu pilihanku Te
  • 19

    Jun

    Pertemuan

    Kemarin aku bertemu dengan seorang anak muda. Seorang anak muda yang gelisah, berusaha mencari jati diri, dan arti kehadirannya di bumi ini. Mengingatkanku akan masa laluku yang juga penuh gejolak. Eksistensi, mungkin itu yang dikejarnya. Padahal eksistensi itu sebenarnya kecil artinya dibandingkan esensi. Ah, aku juga tak paham persoalan itu…jadi sebaiknya tak kubahas tentang itu disini. Sedikit banyak aku tahu yang dia rasakan. Pencarian yang seolah tak berujung, tak bertepi, seperti semesta ini. Kasihan dia, seperti halnya aku mengasihani diriku yang juga pernah berada pada posisi itu. Tak sengaja aku menemukan blognya, ketika aku sedang meng-google sesuatu. Dan aku merasa seperti membaca ulang buku harianku. Aku pernah disana…ya …aku pernah disana. Hingga hari ini pe
  • 26

    May

    Cinta Itu Luka

    Tahukah kamu apa ujung dari cinta? Luka, seperti biasa. Cinta, suatu benda abstrak yang lebih buruk dari cita-cita. Cita-cita yang telah diraih akan tetap disana, sedangkan cinta yang telah digenggam tak akan diam begitu saja. Cita-cita itu rigid, cinta itu plastik, elastis. Cinta memiliki sifat mengombang-ambingkan pemiliknya. Karena cinta hidup dari prasangka. Cinta tumbuh dan berkembang semau dia. Bila lagi suka, dia mekar bak bunga. Bila lagi duka, dia layu begitu saja. Tak ada yang bisa mengukurnya, karena belum ditemukan parameternya. Ilmu geodesi terbukti bisa mengukur dalamnya jurang, tapi tidak dalamnya cinta. Cinta jatuh tanpa kira-kira, sehingga penderitanya diistilahkan jatuh cinta, bukan bangkit cinta. Namanya juga jatuh, tak dapat dikendalikan dimana tempat jatuhnya. Seandai
  • 15

    May

    Marx, Freud, Muhammad Terkasih, di sebuah Jumat yang indah..

    Marx, ya, Karl Marx, barangkali adalah pemikir sosial yang paling disalahpahami. Padahal inti dari pemikirannya adalah kritik ideologi. Semacam perangkat untuk mempertanyakan: jangan-jangan yang diterima masyarakat sebagai kesepakatan bersama, bukanlah yang terbaik, dan diam-diam mengusung kepentingan kelas yang berkuasa untuk mempertahankan dominasi dan penghisapan sistematis. Salah paham yang lain juga terjadi pada Sigmund Freud, yang dianggap sebagai psikolog yang mereduksi manusia sebagai makhluk yang hanya digerakkan oleh agresi dan sex. Padahal pelajaran paling penting dari Freud adalah ajakan agar kita mengalahkan trauma, mempertanyakan motif personal, dan keberanian untuk berhadapan dengan diri kita yang asli dan kadang-kadang gelap. Untuk kemudian melampauinya.. Dua-duanya, in
  • 9

    May

    JANGAN DIBACA!!!

    Hmmm… Pertama kali aku mendengar ada makhluk bernamamu di dunia ini adalah ketika aku kelas 2 SMA. I was so young, huh? Sampai detik itu, seumur-umur aku belum pernah jatuh cinta. Hingga ketika kakakku dengan sadisnya terus menerus bercerita tentang dirimu kepadaku. Apakah kakakku menyukaimu, aku tak tahu dan tak mau tahu, itu tidak penting buatku. Tapi aku bisa jamin, perasaan kakakku kepadamu berbeda jauh dengan yang aku rasakan terhadapmu. Kemudian kakakku mulai mengomporiku lebih jauh lagi. Dia ingin aku kuliah di Bandung, padahal tadinya tekadku sudah kotak (bosan pakai kosakata bulat) untuk kuliah di Jogja. Ketika aku SMA, aku sering bolos sekolah ikut kakakku ke Jogja. Dan aku benar-benar terpikat pada kota Jogja. Tetapi bujuk rayu kakakku, yang terinspirasi olehmu, membuatku
  • 1

    Apr

    Coba Berpuisi Walau Tak Bisa

    Ketika kau bilang cinta Aku sungguh terpana Adakah selama ini kau tahu yang kurasa Yang terpendam jauh di dasar dada Tapi akhirnya kuiyakan saja Membiarkanmu memasuki ruang suci dihatiku Dan berharap aku bisa dapati teman bicara Aku tidak kecewakau sungguh pandai bertutur kata Tapi tetap saja, kau tak bisa selami jalanku Sering aku tak mengerti yang kau kata Mungkin karena dunia kita tak sama Cinta, Ketika itu begitu menggelora Sampai sesak di dada, dan ingin tumpah semua isinya Andai saja tak kau usik ruang suci itu Tentulah aku tetap bisa bermain dengan perasaanku Bercanda dengan bayangmu yang selalu indah bagiku Ah, kini cinta kehilangan misterinya Dan hilang pula nikmatnya Kita memang berbeda, kutahu itu sejak mula Aku hidup di padang pasir yang gersang dan tandus Tak ada air untuk p
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post