• 1

    Sep

    Life is Beautiful

    Sekarang adalah bulan Ramadhan. Dan saya sedang berpuasa. Apakah berarti saya bertuhan, sayapun tak tahu. Sebenarnya saya paling malas menulis tentang Tuhan, kalau saja temanku yang masih labil tidak mempost sebuah tulisan tentang Tuhan. Perdebatan tak berujung pada berbagai forum pun sangat malas untuk saya ikuti dan saya baca. Terlalu menyakitkan untuk membicarakan tentangNya. Rasanya seperti menoreh luka baru diatas luka lama. Mengingatkan saya bahwa masih ada bisul yang mengganjal di pantat saya. Yang bila saya hilangkan akan terasa sakit dan meninggalkan bekas luka, bisa tumbuh di tempat berbeda pula, tapi tidak dihilangkanpun akan terasa nyut-nyutan selamanya. Sungguh sangat mengganggu. Saya tak pernah perlu bukti apakah Tuhan ada atau tidak. Dan saya juga tidak peduli apakah keputus
  • 30

    Aug

    Mudik

    Tahun ini aku tidak mudik lagi. Sedih. Tahun kelima aku tidak melewatkan momen lebaran di kampungku. Sejak punya anak, aku tidak pernah berlebaran di kampung. Perjalanan menuju kampungku terlalu sulit untuk ditempuh bersama dua anakku yang masih balita, apalagi bila musim mudik. Terlalu banyak kendala, tiket kereta api atau bis sulit didapat, naik mobil sendiri macet, dan tidak terjangkau pesawat pula. Seandainya aku bisa terbang, tentu semua masalah akan terselesaikan dengan mudah. Ahhh…ini mah halusinasi orang yang kelaparan karena puasa sepertinya. Lebaran di kampungku berbeda jauh dengan suasana lebaran di Jakarta. Biasanya, pagi hari setelah shalat Ied, diadakan selametan di masjid depan rumahku. Tujuannya mensyukuri terlewatinya bulan Ramadhan yang penuh ujian menuju kemenangan
  • 26

    Aug

    I am a mother

    Ini adalah ramadhan pertama yang aku lalui tanpa hamil atau menyusui sejak kira-kira 6 tahun yang lalu. Ya, aku berusaha memberikan ASI eksklusif 6 bulan kepada kedua putriku, dan melanjutkan menyusuinya selama 2 tahun tanpa susu formula. Aku masih percaya bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk anak-anak, selain juga karena susu formula mahal euy… Anakku yang pertama sifatnya sangat introvert dan pemalu, seperti aku (tapi kalo aku seringnya malah malu-maluin sih…hehe). Dia butuh waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Karena takut tidak bisa bergaul, maka aku menyekolahkannya pada umur 2 tahun. Padahal setelah ikut milis sehat, ada sedikit rasa sesal, karena sepertinya dia belum butuh itu. Namanya juga anak pertama, seringkali masih coba-coba. Perkembangan
  • 23

    Aug

    Buku Harian

    Ketika aku kelas 4 SD, kakakku memberiku sebuah hadiah, buku harian. Kakakku bilang di buku itu aku boleh tuliskan apa saja yang aku mau. Boleh cerita tentang teman-temanku, atau keluh kesahku tentang apa saja. Pada waktu itu, tiap kali selesai menulis aku selalu menunjukkan tulisanku itu kepada kakakku. Kemudian kakakku bilang bahwa aku boleh menyimpan isi buku harian itu untukku sendiri, tanpa membagi kepadanya. Saat itulah aku tahu bahwa isi buku harian adalah untuk disimpan sendiri. Tetapi pada waktu aku kelas 6 SD, kakakku ketahuan membaca buku harianku. Walaupun sebenarnya isi buku harianku hanya lucu-lucuan anak SD saja, tetapi aku sangat marah kepada kakakku. Kakakku tidak konsisten dengan ucapan sebelumnya yang mengijinkan aku menyimpan isi buku harian untukku sendiri saja. Dengan
  • 18

    Aug

    Sekolah untuk Anakku

    Ketika mudik kemarin, aku sempat ngobrol dengan kakakku tentang sekolah. Dia memutuskan menyekolahkan anaknya yang masih berumur 13 tahun di pondok pesantren modern putri di Ngawi. Keputusan yang agak aneh menurutku, karena kami sekeluarga jauh dari wacana pondok pesantren. Suami kakakku juga bukan dari kalangan pondok. Ketika aku tanya kenapa, kakakku bilang bahwa dia sudah tidak percaya lagi dengan jalur pendidikan konvensional. Biayanya mahal dan tidak menjamin masa depan, demikian tambahnya. Pondok pesantren tempat kakakku menyekolahkan anaknya itu tidak mengikuti kurikulum diknas maupun depag. Jadi mereka menyusun sendiri kurikulumnya, ujiannya, dan buku-bukunya. Mungkin karena bebas menentukan kurikulum ini maka kadang ada pondok pesantren yang tidak terkontrol oleh pemerintah sehi
  • 18

    Aug

    Running away? Absolutely, NOT!!

    Tunggu dulu, sebelum aku mulai menulis, pertama-tama aku ingin tertawa sekeras-kerasnya. Mentertawakan diriku, dan juga siapa saja yang pernah berada dalam kondisi seperti aku, yaitu berusaha lari dari sesuatu. Ha..ha..ha…LOL. Ini adalah tentang pertarungan. Yang tak pernah usai dengan diri sendiri. Satiap kali aku merasa kalah atau mengalahkan, tak berapa lama pertarungan itu terjadi lagi. Ternyata yang dulu aku pikir telah aku kalahkan, tidak benar-benar kalah dalam arti tumpas atau mati. Dia (diriku sendiri) hanya mundur untuk mengatur langkah, kemudian menyerang kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Dengan logika pemikiran yang semakin tidak logis tapi meyakinkan, dan mencoba kembali meracuni pikiranku. Begitulah pertarungan tiada akhir ini akan terus terjadi. Mundur, me
  • 9

    Aug

    White Flag

    Menyerah. Usai sudah. Tak kan ada postingan lagi di blog ini. Dan tak kan ada lagi aku. Terima kasih. Dalam dinginnya kota Bandung, 9 agustus 2009 Ttd. Umi Kartikawati
  • 8

    Aug

    Kepada : Tuhanku, di tempat

    Tuhan, Ketika Kau bilang cinta padaku Terus terang berdebar-debar jantungku Tapi aku sungguh tak tahu Karena ungkapan cintaMu terlalu rumit bagiku Teorema-teorema yang Kau tuang dalam surat cintaMu Tak sedikitpun masuk di akalku Bahkan aku sempat curiga kepadMu Jangan-jangan aku hanyalah tempat pelarianMu Atas kekecewaanMu pada monyet-monyet itu Karena kemarin Mark Twain bilang kepadaku Engkau ciptakan manusia hanya karena kecewa pada monyet ciptaanMu Yang terdahulu Yup, becanda saja dia itu Tapi sudahlah, Pelarian atau bukan sama saja bagiku Tuhan, Aku masih juga bimbang dan ragu Aku tahu aku membutuhkanMu Tapi mencintaiMu? Ah, rasanya aku tak layak untuk itu Tuhan, Kuharap Kau sabar menunggu jawabanku Dan berilah aku sedikit waktu Sampai aku benar-benar tahu pilihanku Te
  • 6

    Aug

    Copernicus Itu Salah

    Copernicus adalah seorang ahli astronomi asal Polandia yang terkenal dengan teori Heliosentrisnya. Beliau berkata bahwa bumi dan planet-planet lain dalam tata surya kita berputar mengelilingi matahari. Pada tataran ilmu astronomi, dia benar. Tapi tidak pada kenyataan kehidupan. Manusia adalah makhluk paling egois diantara semua makhluk ciptaanNya. Manusia selalu merasa seluruh alam semesta berputar pada dirinya sendiri. Demikianlah takdir penciptaannya. Kita telah terbiasa memandang setiap masalah dari sudut pandang kita. Kita menyimpulkan sesuatu juga dari pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki saja. Karena memang tidak mungkin kita mempertimbangkan sesuatu dari pengalaman yang tidak kita alami dan pengetahuan yang tidak kita miliki. Kemudian lagi, batas antara segala yang berlawanan
  • 4

    Aug

    Terima Kasih

    Menjelang Ramadhan, tiba-tiba derajat religiusitasku sedikit meningkat. Terlebih dengan banyaknya peristiwa yang terjadi semenjak awal tahun 2009 ini. Peristiwa sedih, senang, haru, dan sentimentil yang datang silih berganti tanpa kompromi. Hingga akhirnya aku tiba di detik yang masih mengijinkan jantungku untuk berdetak, sekedar mengingat kembali arti hadirku di bumi. Ya Allah, terima kasih atas segala yang telah Kau beri. Dari aku kecil hingga aku dewasa ini, tak henti-henti Kau menjagaku dengan sepenuh hati. Membantuku menghadapi masa SD SMP yang kesulitan berteman. Membantuku bertahan di masa SMU yang penuh gejolak emosional. Membantuku menjadi seimbang di masa kuliah yang kental pemberontakan. Ya Allah, terima kasih atas segala yang telah Kau beri. Dua orang permata hati yang Kau kir

Author

Follow Me

Search

Recent Post